Presiden Meminta Para Ulama Aktif Bina Umat

Author - April 28, 2011

Presiden Meminta Para Ulama Aktif Bina Umati-berita.com, Kejadian kasus pencucian otak yang dilakukan oleh sekelompok yang menamakan dirinya Negara Islam Indonesia, telah mengakibatkan banyak korban para pemuda dan kalangan mahasiswa. Atas adanya kejadian tersebut masyarakat menjadi resah, khususnya para orang tua korban.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Gerakan radikalisasi bermotifkan agama dan ideologi yang saat ini merebak di beberapa daerah di Indonesia khususnya di kalangan pemuda dan mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Indonesia, mendapat sorotan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, gerakan radikalisasi bermotifkan agama dan ideologi yang saat ini merebak mengancam karakter dan perilaku rakyat, termasuk generasi muda. Dalam jangka panjang, jika dibiarkan, gerakan ini mengancam mengubah karakter bangsa Indonesia yang toleran serta cinta kerukunan dan ketenteraman.

Gerakan ini juga mengancam empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Presiden pun meminta masyarakat Indonesia dan aparat penegak hukum untuk bersama-sama menanggulanginya.

“Kita tidak boleh apatis, pasif membiarkan gerakan ini begitu saja. Mari kita ambil tanggung jawab bersama untuk menyelamatkan masyarakat kita, bangsa kita, dan masa depan Indonesia,” kata Presiden ketika membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2011 di Gedung Bidakara, Jakarta, Kamis (28/4/2011).

Presiden juga meminta para pemuka agama terlibat aktif dalam melakukan pembinaan terhadap para umatnya dan dalam upaya meredam radikalisasi di lingkungannya. Tak hanya itu, Presiden juga memberikan instruksi kepada bupati dan wali kota untuk berperan aktif dalam melakukan deradikalisasi. “Anda, bersama kepala camat, adalah orang yang paling tahu mengenai denyut nadi masyarakat kita, keganjilannya, dan lainnya,” kata Presiden.

Hal senada disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto. Djoko meminta agar gerakan radikalisasi dijadikan musuh bersama. “Semua elemen masyarakat harus mewaspadai tindakan memengaruhi orang untuk berbuat kejahatan,” kata Djoko.

Comments Closed

Comments are closed.