RI Harus Paksa Singapura Teken Ekstradisi

Author - June 3, 2011

RI Harus Paksa Singapura Teken Ekstradisii-berita.com, Pergi ke Singapura sudah dijadikan mode sejumlah koruptor asal Indonesia dengan tujuan menhindari penyidikan aparat penegak hukum. Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD pun meminta Pemerintah dan Dewan Perwakilian Rakyat (DPR) membuat agenda khusus perundingan kembali mengenai perjanjian ekstradisi dengan Singapura.

Mahfud menuturkan bahwa pada saat menjadi legislator di Komisi I DPR, ia mengaku pernah menjadikan ekstradisi sebagai syarat jika Singapura ingin menyewa beberapa pulau di utara, dekat perbatasan. Saat itu, Singapura ingin menyewa pulau untuk latihan perang.

Pada Kamis, 2 Juni 2011, di kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Mahfud mengatakan kepergian para penjahat dan para koruptor ke Singapura, karena disana mereka aman semua. Kondisi ini, menurut Mahfud, menguntungkan Singapura karena para pelaku korupsi besar akan mendepositokan uang di negara tersebut.

Menurut Mahfud, sejak dulu ia mengatakan bahwa Singapura harus dipaksa untuk mengadakan perjanjian ekstradiksi.” Dengan kondisi tanpa perjanjian ekstradisi, penegak hukum Indonesia akan selalu kesulitan jika ada koruptor yang kabur ke Singapura.

Ketika ditanya apakah ada rencana pemerintah dan DPR untuk merundingkan kembali ekstradisi, Mahfud menjawab, “Mungkin, ya mungkin. Karena sejak saya menjadi anggota DPR tahun 2006 sudah disuarakan terus tetapi sampai sekarang tidak pernah ada agenda khusus yang jelas dan dipublikasikan agar mendapat dukungan publik, berupa gerakan besar-besaran. Memaksa perjanjian ekstradisi sampai saat ini belum ada, malah tidak pernah dibicarakan baik pemerintah maupun DPR.”

Menurut Mahfud, Indonesia harus bersikap tegas pada Singapura. Jika ingin melanjutkan hubungan bilateral dengan RI, kata Mahfud, Singapura harus mau meneken perjanjian ekstradisi. “Dengan Australia saja bisa, masa dengan Singapura yang banyak memanfaatkan ekonomi, keamanan dari Indonesia sulit.”

Tersangka lain yang kini diketahui ada di Singapura adalah Nunun Nurbaeti Daradjatun. Nunun yang dijerat dalam kasus aliran dana cek pelawat ini dikabarkan menjalani rawat jalan di Singapura karena menderita sakit lupa ingatan berat.

Comments Closed

Comments are closed.