Saragih Tuntut Refly

Author - December 14, 2010

Saragih Tuntut Refly i-berita.com, Ada peribahasa mengatakan ‘Mau untung malah buntung’. Itulah mungkin peribahasa yang paling tepat untuk seorang yang memiliki banyak peran, Refly Harun.

Di mata pengamat hukum, Refly Harun kini menjadi pelaku sekaligus korban dalam perkara dugaan percobaan suap sengketa Pemilukada di Mahkamah Konstitusi (MK).
Refly yang aktif sebagai peneliti LSM Centre for Electoral Reform (Cetro), juga pernah menjabat staf ahli Ketua MK ketika dipimpin Jimly Asshiddiqie. Kini, ia banyak menangani perkara sengketa Pemilukada di MK. Ini berarti Refly menjalankan beragam peran dalam dirinya.

Tak heran jika dalam upayanya mengungkap praktik suap di institusi penegakan hukum MK, Refly diduga memiliki konflik kepentingan. “Dia sebagai korban, sekaligus pelaku,” jelas pengamat hukum pidana Universitas Indonesia Rudi Satrio, kepada INILAH.COM, Selasa (14/12/2010).

Kasus dugaan praktik suap terhadap hakim konstitusi, terkait penanganan perkara sengketa pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Bupati Simalungun, dihembuskan sendiri oleh Refly. Namun pengungkapan Refly malah membuatnya terperangkap.
Refly menyatakan melihat sendiri uang dolar Amerika Serikat bernilai sekitar Rp1 miliar, yang menurut pemiliknya akan diserahkan ke salah satu hakim MK. Pemberian uang itu diduga terkait dengan upaya untuk memenangkan perkara sengketa pemilihan kepala daerah yang ditangani MK.

Akibat pengungkapannya itu, Bupati Simalungun JR Saragih kini malah dilaporkan Ketua MK Mahfud MD ke KPK, dengan tuduhan percobaan menyuapan. Sementara JR Saragih juga menyeret mantan pengacaranya, Refly, ke tuduhan pidana.

Saragih melaporkan Refly ke Bareskrim Mabes Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik, yakni Pasal 310 KUHP, yang ancaman hukumannya dibawah empat tahun penjara.

Comments Closed

Comments are closed.