Syafrie Syamsuddin Disebut The Age Penjahat Perang

Author - March 12, 2011

Syafrie Syamsuddin Disebut The Age Penjahat Perangi-berita.com, Media Australia, Harian The Age kembali mengupas Rahasia pemerintah Indonesia. Jika kemarin, mengangkat issu penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari ini giliran orang-orang dekat Presiden SBY yang dikupas. The Age menyoroti figur Wakil Menteri Pertahanan Syafrie Syamsuddin.

Syafrie disebut dalam judul sebuah artikel sebagai seorang ‘Penasehat Yudhoyono adalah Tersangka Kejahatan Perang di Timor (Leste)’.

Informasi rahasia yang dimuat The Age itu masih tetap melansir bocoran kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta. Kawat itu menyebut bahwa Syafrie Syamduddin pernah ditolak saat akan berkunjung ke Amerika.

“Amerika Serikat telah menolak salah satu penasihat terdekat Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atas tuduhan terlibat dalam kejahatan perang Timor Timur, menurut bocor kabel diplomatik AS,” demikian termuat dalam The Age edisi hari ini, Sabtu (12/3/2011). Artikel itu ditulis oleh Philip Dorling, penulis yang sama dengan headline The Age kemarin.

Disebutkan bahwa pada bulan September 2009, Amerika menolak permohonan visa Syafrie Syamsoeddin untuk mendampingi Presiden SBY yang akan menghadiri KTT G20 di Pittsburgh, Pennsylvania. Penolakan visa itu direkomendasikan oleh Departemen Pertahanan AS, karena Syafrie dituduh terlibat dalam “kegiatan teror” dan “pembunuhan di luar hukum”.

“Kawat diplomatik Kedutaan AS yang bocor ke WikiLeaks, dan disediakan khusus untuk The Age, menunjukkan bahwa kedutaan AS di Jakarta mendesak agar Syafrie Syamsoeddin masih diizinkan masuk, jangan sampai masalah menjadi “iritasi” dalam hubungan antara Jakarta dan Washington,” begitu terulis.

Alasan kedutaan AS di Jakarta berpendapat alasan yang menghubungkan Sayfrie dengan pelanggaran hak asasi manusia tidak cukup untuk menolak visa. Tetapi hal ini telah memicu kritik tajam dari kedutaan besar AS di Dili, Timor Leste.

Mereka merujuk pada menarik pada hasil investigasi PBB tentang hak asasi manusia Timor Timur yang menyimpulkan Syafrie tanggungjawab atas komando pasukan Indonesia dalam saat peperangan di Timor Leste. Kedutaan AS di Dili menyimpulkan bahwa Syafrie bersalah secara pribadi karena menduduki posisi senior dan tanggung jawab komando di dua tragedi kerusuhan Timor Timur pada 1991, dan 1999

Comments Closed

Comments are closed.