TKI Erni Tewas di Kairo, Upah Belum Pernah Dibayar

Author - June 26, 2011

TKI Erni Tewas di Kairo, Upah Belum Pernah Dibayari-berita.com, Banyak kisah nyata yang sangat menyedihkan dan menyakitkan hati dialami para tenaga kerja Indonesia (TKI) selama bekerja di luar negeri khususnya di Negara timur tengah.

Seorang TKI yang bekerja di Kairo, Mesir, Erni Zainuddin (19)— yang terakhir diketahui tewas setelah terjatuh dari lantai tiga di apartemen milik majikannya, ternyata belum pernah sekali pun menerima upahnya, padahal ia telah bekerja selama tujuh bulan.

Pihak keluarga Erni mengatakan, saat akan bekerja di Kairo, almarhumah sempat mengatakan menerima upah sebesar Rp 2 juta per bulan, tapi, hingga Erni tewas, pihak keluarga belum tahu ke mana upah Erni selama tujuh bulan bekerja di Mesir itu.

Pihak keluarga yang diwakili Zaenab, mengaku telah mengadukan kasus ini kepada pihak Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pinrang. Pasalnya, saat ini pihak keluarga masih harus menanggung utang sebesar Rp 10 juta yang dibebankan pihak PJTKI untuk biaya pemulangan jenazah Erni, Sabtu (18/6/2011) pekan lalu.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pengawasan Disnaker Kabupaten Pinrang Sitti Fatima membenarkan hal tersebut setelah mendapat informasi dari hasil pemeriksaan pihak Polres Kabupaten Pinrang terhadap dua oknum bersaudara, masing-masing Wahida dan Murniati, yang terakhir diketahui sebagai calo yang mengirim Erni sebagai TKI ke Mesir.
Dari pengakuan keduanya, terungkap kalau keberangkatan Erni dari Kabupaten Pinrang menuju ke Kairo berkat permintaan salah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menjalani studi di sana. Erni kemudian dikirim ke Kairo dengan menggunakan paspor khusus untuk pelancong, bukan untuk bekerja.

Kedua oknum tersebut saat ini berada dalam pengawasan pihak Polres Kabupaten Pinrang, dan mereka mengaku siap memberikan santunan kematian kepada keluarga korban dan membayarkan upah yang belum pernah diterimanya selama tujuh bulan bekerja dengan rincian, uang santunan sebesar 40 juta, biaya penguburan Rp 5 juta, dan gaji korban sebesar Rp 12.040.000. Mereka berjanji akan menyelesaikan seluruh biaya tersebut dalam minggu ini.

Comments Closed

Comments are closed.