WikiLeaks Berjuang Untuk Tetap Eksis

Author - December 5, 2010

WikiLeaks Berjuang Untuk Tetap Eksis i-berita.com, Demi tetap eksis dalam menjalankan operasinya melalui situs, WikiLeaks menjadi nomaden Internet yang berpindah dari satu situs ke situs lain. Hal ini dikarenakan pemerintah dan hacker memburu organisasi itu.

“Sejarah akan menang,” kata pendiri WikiLeaks Julian Assange dalam chat web dengan pembaca Guardian, salah satu organisasi media yang membantu mengkoordinasi publikasi dokumen Assange.
Dunia akan diangkat ke tempat yang lebih baik. Akankah kita bertahan? Tergantung pada Anda.” WikiLeaks tak sepenuhnya bergantung pada situs untuk menyebarkan dokumen-dokumen rahasia jika situs dimatikan lagi dari Web.
Organisasi yang tak memiliki kewarganegaraan ini masih bisa terus berkomunikasi dengan organisasi berita. Dalam chat online, Assange berjanji meningkatkan ketersediaan situs web sesegera mungkin.
“Yakinlah, saya sangat tak senang melihat keja saya dan rekan selama tiga setengah tahun tak mudah dicari masyarakat umum,” katanya. EveryDNS berhenti mendukung WikiLeaks pada Kamis lalu setelah serangan cyber mengancam seluruh jaringannya.
WikiLeaks menanggapinya dengan berpindah domain ke Swiss, wikileaks.ch dan menyerukan dukungan aktivis. Hilangnya dukungan EveryDNS hanyalah gangguan kecil karena situs ini bisa melompat dari satu nama ke nama lain, kata peneliti perusahaan keamanan Internet Sophos Fraser Howard.
“Analogi whack-a-mole cukup baik,” katanya. Alamat Swiss itu mengarahkan trafik ke server di Prancis di mana Menteri Perindustrian Eric Besson menyatakan tak menerima host situs yang melanggar rahasia hubungan diplomatik dan menempatkan orang-orang yang dilindungi rahasia diplomatik dalam bahaya.
Manajer umum perusahaan hosting web Prancis OVH Oktaf Klaba menegaskan bahwa WikiLeaks telah hosting di perusahaannya sejak Kamis pagi, setelah klien meminta server yang didedikasikan untuk perlindungan terhadap serangan.
Ia mengatakan perusahaan itu meminta hakim memutuskan legalitas hosting situs itu di Perancis. “Hal itu tak sampai ke dunia politik atau OVH, melainkan pengadilan,” kata Klaba.

Comments Closed

Comments are closed.