Yonkie : SBY Tidak Memahami Sejarah

Author - December 5, 2010

Yonkie : SBY Tidak Memahami Sejarahi-berita.com, Pandangan SBY untuk menghapus sistem monarki di Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat kecaman keras dari sebagian kelompok masyarakat Yogyakarta. Kelompok tersebut menamakan dirinya sebagai kelompok ‘Gerakan Nasional Pengawal Kesepakatan Luhur Pendiri Bangsa’

Hal itu menjadikan gubernur dan wakil gubernuh DI Yogyakarta harus dipilih dengan masa jabatan tertentu yang dianggap melanggar aturan yang disepakati sebelumnya.
Kelompok Facebook yang didirikan Alexander A. Spinoza itu mencantumkan Amanat Sri Sultan Hamengkubowono IX dan Amanat Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII tanggal 5 September 1945 yang berisi:1. Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Paku Alaman yang bersifat kerajaan adalah daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia.2. Sultan Hamengkubuwono dan Paku Alam selaku kepala daerah memegang seluruh kekuasaan di Kasultanan Yogayakarta dan Kadipaten Paku Alaman.3. Hubungan antara Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Alaman dengan pemerintah pusat bersifat langsung dan Sultan serta Paku Alam bertanggungjawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia.
Piagam Kedudukan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII tersebut ditandatangani oleh Presiden Soekarno yang menetapkan Sultan dan Paku Alam pada kedudukannya.
Kelompok Facebook ini memiliki 1569 anggota. Beberapa di antaranya mengecam sikap SBY dan menganggap ia tidak paham soal sejarah.
“Keputusan yang tidak cerdas. Beliau (Presiden SBY) tidak memahami sejarah,” ujar Yonkie Firmansyah di Facebook.

Comments Closed

Comments are closed.