BBM Bersubsidi

Author - September 22, 2010

BBM Bersubsidi. Perkirakan realisasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 2010 oleh pemerintah sebesar 39,2 juta kiloliter (kl), lebih tinggi dari prognosa realisasi APBN-P 2010 sebesar 36,5 juta kl.
BBM Bersubsidi
Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta,Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan bahwa pada Agustus ini, prognosa realisasi volume BBM bersubsidi 2010 adalah 39.234.618 kiloliter.

Angka tersebut lebih tinggi dari prognosa pada APBN-P 2010 sebesar 36.504.779 kl, tetapi lebih rendah dari prognosa realisasi yang dibuat pada Juni 2010 sebesar 40.100.000 kl.

Prognosa realisasi pada Agustus yang lebih rendah dibandingkan pada prognosa realisasi Juni antara lain karena adanya peningkatan pengawasan melalui nota kesepahaman (MoU) dengan kepolisian, kejaksaan, dan pemerintah daerah agar penggunaan BBM bersubsidi bisa benar-benar lebih tepat sasaran, papar Evita.

Penyebab lainnya adalah adanya upaya pengendalian konsumsi harian di lembaga penyalur PT Pertamina, serta adanya upaya penerapan Peraturan Presiden 55/2005 secara ketat.

Evita juga mengemukakan, penyebab lainnya adalah terdapatnya program konversi minyak tanah ke LPG.

Mochamad Harun, VP Corporate Communications Pertamina, mengatakan pihak Pertamina sama sekali tidak bisa memaksa setiap pemilik kendaraan agar menggunakan konsumsi BBM bersubsidi seperti premium dan solar atau BBM nonbersubsidi seperti Pertamax.

Namun, ia juga mengutarakan harapannya agar masyarakat yang mampu memiliki kesadaran diri untuk tidak membeli BBM bersubsidi agar penggunaan premium dan solar benar-benar tepat guna.

Comments Closed

Comments are closed.