Densus Gadungan Dihajar Massa

Author - September 20, 2010

Densus Gadungan Dihajar Massa. Di daerah Bireuen seorang pemuda yang mengaku sebagai anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri, bernama Muhsin (27), hampir saja tewas dihajar massa. Dia menganiaya dan menodai seorang gadis berinisial Nur (25), warga Peusangan, Kabupaten Bireuen. Pengakuan sebagai anggota Densus 88 sering diutarakan oleh si pemuda berpostur tegap itu kepada abang si wanita yang dinodainya.
Densus Gadungan Dihajar Massa
Aksi densus gadungan ini terjadi sebelum bulan Ramadhan lalu di Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen. Kejadian ini tidak diketahui, sempat tersimpan rapat karena Nur tidak berani mengadu kepada keluarga. Ketidakberanian mengadu tersebut dikarenakan si Densus gadungan mengancam.

Menurut informasi dari berbagai narasumber, Muhsin dan Nur berpacaran. Kejadian tersebut sebelum ramadhan berawal dari ajakan muhsin untuk jalan-jalan ke suatu tempat untuk menemui temannya. Sesampai di suatu tempat, tak jauh dari rumah pelaku, Muhsin memperkosa Nur setelah sebelumnya sempat menganiaya korban hingga pingsan.

Kemungkinan karena tidak sanggup menahan siksaan batin,terlebih lagi sang pacar menghilang, akhirnya pada hari keempat Idul Fitri lalu Nur memberanikan diri menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada kakak perempuannya. Mendengar pengakuan itu, sang kakak kaget dan meneruskan cerita kepada adik laki-lakinya.dan pihak leuarga pun melaporkan ke aparat desa.

Menurut abang kandung Nur, setelah kabar pemukulan dan perkosaan itu diketahui keluarga, mereka langsung memeriksakan korban ke dokter dan berdasarkan pemeriksaan medis, Nur memang sudah dinodai. Kabar buruk itu juga memicu kemarahan masyarakat, apalagi si pelaku menyebut dirinya sebagai anggota Densus 88.

Upaya pencarian dilakukan masyarakat hingga ke rumah pelaku dan menemui orang tuanya. Ayah si pelaku mengatakan, putranya sudah menikah dengan seorang wanita Gandapura sehingga tak tinggal lagi di desanya. Pencarian Densus gadungan itu terus dilanjutkan oleh pihak keluarga bersama masyarakat. Akhirnya terungkap kalau Muhsin sudah punya pacar baru yang tak jauh dari rumah Nur. Akhirnya, pada Sabtu (18/9) malam, Muhsin ditemukan di kawasan Desa Blang Rambong, Peusangan. Massa yang tak mampu lagi membendung emosi langsung menghajar Muhsin hingga babak belur.

Amuk massa itu nyaris menewaskan Muhsin. Untungnya, dalam kondisi kritis itu, datang sejumlah warga dan polisi mengendalikan suasana dan membawa muhsin ke RSUD dr Fauziah Bireuen dengan pengawalan polisi.

Muhsin mengalami memar dan luka robek di bagian wajah sehingga harus mendapat sejumlah jahitan. Selain itu juga mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh lainnya. Sejumlah aparat kepolisian dari Polres Bireuen dan Polsek Peusangan terlihat siaga ketika Muhsin dirawat pada malam itu. Nur melaporkan kasus ini ke polisi dan Kasus ini telah ditangani pihak kepolisian.

Comments Closed

Comments are closed.