Hukum Pajak Masalah Gayus

Author - September 23, 2010

Hukum Pajak Masalah Gayus. Jaksa Penuntut Umum menolak seluruh eksepsi atau nota keberatan yang diajukan kuasa hukum terdakwa mafia hukum dan pajak Gayus Halomoan Partahanan Tambunan saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (23/9/2010). Mereka berdalih, banyak eksepsi masuk lingkup pokok materi perkara yang nantinya akan dibuktikan di persidangan.
Hukum Pajak Masalah Gayus
“Menolak seluruh nota keberatan dari penasehat hukum terdakwa Gayus Halomoan Partahanan Tambunan yang dibacakan dalam sidang hari Senin tanggal 20 September 2010,” ujar jaksa penuntut umum Uung Abdul Syakur saat membacakan tanggapan atas eksepsi kuasa hukum.

Jaksa penuntut umum mencontohkan, eksepsi penasehat hukum yang sudah masuk lingkup pokok perkara seperti mempermasalahkan kenapa dalam dakwaan tidak menjelaskan siapa pelaku utama, siapa yang menyuruh melakukan dan siapa yang turut serta terkait penanganan keberatan pajak PT Surya Alam Tunggal yang dilakukan Gayus dan bosnya yang lain di Dirjen Pajak.

Menurut jaksa, tidak mungkin menjelaskan secara terperinci dari mulai perbuatan pendahuluan sampai dengan perbuatan itu selesai dilakukan. Karena untuk mengetahui itu baru akan diketahui dalam materi persidangan, bukan dalam materi eksepsi. “Tentang penyertaan yang dilakukan terdakwa akan kami uraikan dengan terperinci dan jelas,” papar Uung.

Sementara penasehat hukum Gayus, Adnan Buyung Nasution, tetap menilai apa yang dilakukan jaksa penuntut umum dalam dakwaannya tidak cermat, lengkap dan jelas. Dan tanggapan mereka hanya berkelit. “Itu lazimnya cara jaksa mengelak, tidak bertanggungjawab terhadap dakwaan,” ujar Adnan usai sidang.

Comments Closed

0 responses to “Hukum Pajak Masalah Gayus”

  1. Gayus jdikn pmrnth sprti bola pinpong, gayus jdikn pnjra sbgai ruma yg tmpa pntu, tdk sdr bhwa gayus jdkn pmrnth SBY sbgai foto bugil yg sllu tnjng d dpan publik. Gayus jdkn hkun hx sbgai sswtu yg tak px hrga dri. Dn hukun d negri in seola2 dibwt untk d langr, bkn d patuhi. Bgtu plah sblkx. Para pnguasa hukm, seakn-akn mti suri dn tdk brphk kpda keadln cuman krna seorng gayus.

  2. agus says:

    kasus gayus memang besar dan akan bisa sangat besar JIKA PEMERINTAH DAN MASYARAKAT SOLID DAN TERUS MENERUS MENUNTUT PENYELESAIAN KASUS TSB SAMPAI SELURUH MAFIA PAJAK DAN BROMOCORAH PERPAJAKAN BENAR-BENAR TERUNGKAP DAN ITU TIDAK HANYA GAYUS. DAN PRESIDEN HARUS MEMFASILITASI SEMUA KASUS KORUPSI DAN HARUS MASUK KERANAH HUKUM SEMUA KORUPSI YANG TERJADI, JUGA HARUS GALAK DAN JANGAN KEMAYU!! KARENA KONDISI INDONESIA SAAT INI SUDAH TIDAK RELEVAN LAGI DENGAN TINDAKAN YANG LALAT-LELET DAN TERLALU BANYAK PERTIMBANGAN YANG JUSTRU AKAN MEMBUAT PARA KORUTOR KONG KALIKONG, KALO PRESIDEN HANYA SEBAGAI PENONTON DAGELAN INI SEMUA SAMPAIKPANPUN INDONESIA TIDAK AKAN MAJU…
    hukuman bagi KORUPTOR DAN PENYUAP ADALAH MATI. TIDAK PERDULI SIAPAPUN DIA!!!

  3. Novia says:

    Gmna nich seorang pjbt tnggi negara INDONESIA mlakukan korupsi yg begtu besar. Sama aja kayak mncuri hak rakyat INDONESIA. Dia nggak memikirkan orang yg lebih susah, malah memperkaya diri sendiri. Kasian kan orang yg setiap hari mengorek ngorek tong sampah dan hanya mendapati nasi basi. MEMANG ORANG YANG TIDAK TAHU MORAL. Ibunya menyekolahkan nya dan berangan angan agar anaknya pintar. Mungkin almh ibunya bersedih. YA ALLAH BERILAH KESADARAN PADA DIRI OM GAYUS. SEMOGA DIA BISA MELIHAT JATI DIRINYA YANG SEBENAR BENARNYA. DAN SEMOGA DIA SUDAH KHILAF DAN ENGKAU MEMAAFKANNYA.

    DARI : BRENDA ANAK KELAS 5 SDN KETABANG KAWASAN SURABAYA

  4. kucing si pemberantas tikus says:

    GAyus adalah seorang kuruptor yang puinter sedangkan pamarintah indonesia ajah tidak bsa berbuat apa2 ter hadapnya kini negara kita semakin ancur dengan adanya gayus masarakat indonesia smakin terpuruk dalam ekonomi bodohyaya sby srakahnya gayus mreka harus di basmi dari negara ini pemimpin seperti sby tak layak lagi d indonesia dia tidak lebih seperti orang mengali singkong mengali buahya tanpa menanam rakyat membayar pajak dengan susah dan payah mreka mndapatkan ekonomi yang cukup dan memenuhi syarat negara tpi parakuruptor seperti tikus memakan ketela gayuslah tikusnya dan sby penanam ketelanya thak’s