Kementerian Sosial Sambut Ramadhan

Author - August 26, 2010

Kementerian Sosial Sambut Ramadhan. Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri menilai bulan Ramadan merupakan momentum untuk mengasah kepekaan sosial umat Islam untuk membantu kaum marginal.

Menurut dia, permasalahan kecacatan dan penyandang cacat memerlukan penanganan yang komprehensif, terintegrasi, dan berkesinambungan. Karenan itu, dibutuhkan keterlibatan berbagai instansi terkait, termasuk di dalamnya pemerintah, masyarakat, dan kalangan dunia usaha untuk mensejahterakan mereka. “Mudah-mudahan saja momen Ramadan ini,para kalangan dunia usaha semakin tersentuh hatinya untuk memikirkan nasib penyandang cacat,” kata Salim saat acara Temu Dunia Usaha sekaligus Buka Puasa bersama Menteri Sosial di Jakarta,kemarin.

Salim mengatakan, melalui ajang silaturahmi dengan para dunia usaha tersebut nantinya menjadi ajang untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan potensi dan kemandirian para penyandang cacat yang sudah mendapat pelatihan di Balai dan Panti Sosial. Salim juga mengajak kalangan pengusaha untuk mempertimbangkan kemampuan dan potensi penyandang cacat sesuai yang dibutuhkan perusahaan.“Diharapkan pelaku dunia usaha juga membantu permodalan kepada penyandang cacat dengan kisaran jumlah Rp25–58 juta melalui program CSR yang sudah banyak dilakukan perusahaan,”katanya.

Menurut dia,penyandang cacat yang sudah memiliki keterampilan dan kemampuan memerlukan wahana untuk bisa membuktikan potensinya tersebut. “Disinilah pentingnya komitmen bersama untuk mewujudkan penyandang cacat yang mandiri. Harus dipahami, meraka adalah bagian dari proses pembangunan nasional, bukan sekadar objek pembangunan,” kata Salim. Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial,Kementerian Sosial, Makmur Sunusi menambahkan, hingga saat ini sudah ada upaya pemerintah dalam memberikan bantuan khusus bagi penyandang cacat.

Menurut dia sejak tahun 2006 hingga 2009 sudah ada 36.750 orang penyandang cacat berat yang masuk program jaminan sosial penyandang cacat (JSPC). Seadangkan untuk tahun 2010 ditambah lagi sebanyak 17 ribu orang penyandang cacat berat. Sementara Badan Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menggelar Peduli Ramadan untuk menyalurkan zakat dan sedekah kepada 4.824 mustahik di Jakarta. Penyerahan zakat dan sedekah tersebut disaksikan dan di terima langsung oleh Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo.

Sepanjang tahun 2009, jumlah penerima zakat dan sedekah di Jakarta meningkat 50% dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, BAZIS Jakarta menerima zakat dan sedekah sebesar Rp44,22 miliar.Jumlah tersebut naik sebesar 48,66% dari jumlah penerimaan tahun 2008, yakni Rp29,74 miliar. “Ini bukti bahwa umat Islam di DKI Jakarta sudah mulai menyadari kewajibannya untuk menunaikan zakat, begitu juga infak dan sedekahnya,” tutur Fauzi Bowo. Gubernur yang akrab disapa Foke itu berharap agar warga Jakarta bersedia menyalurkan zakat maupun infaknya melalui lembaga resmi yang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara publik.

”Saya menganjurkan umat Islam menyalurkan lewat badan-badan yang resmi. Pilihlah badan-badan yang kredibel, yang akuntabel,” katanya.

Comments Closed

Comments are closed.