Kue Bulan

Author - September 22, 2010

Kue Bulan. Umat Tri Dharma Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gedhe, Solo, melakukan Kirab Dewa Bumi (Kongco Hok Tik Cing Sien) Selasa (21/9) malam. Acara tersebut berlangsung cukup meriah. Hajatan satu tahunan itu mriah karena ratusan orang ikut menyemarakkan.

Acara kirab tersebut bertambah meriah karena disertai pertunjukan tiga liong dan enam barongsai.Tiga liong dan enam barongsai tersebut berasal dari tiga perkumpulan di Kota Bengawan yakni Liong Samsi Tri Pusaka, Liong dan Barongsai Karunia Maha Kuasa serta Liong dan Barongsai Macan Putih Sudiroprajan. Keduanya memberi suguhan menarik bagi masyarakat sekitarnya. Sebab, berbagai kolaborasi ketiga liong dan enam barongsai cukup atraktif. Tak pelak, masyarakat turut memenuhi jalan yang dilalui kirab.

Dewa bumi adalah dewa yang dipuja luas oleh masyarakat Tionghoa. Pemujaan itu dilakukan karena dewa bumi dianggap sebagai Dewa Pelindung yang langsung menyangkut kehidupan para petani.

“Mungkin, kalau Orang Jawa mengatakan, kegiatan ini sama seperti ruwatan sedekah bumi. Tujuannya, kita sebagai makhluk ikut merawat dan memelihara bumi,” kata Aryanto, humas klenteng Tieng Kok di sela kegiatan. Kegiatan itu juga diadakan sekaligus menyambut perayaan Tiong Ciu, yaitu menaikkan persembahan kepada Dewa-dewi, khususnya Dewi Bulan. Karenanya, terdapat sesaji khusus berupa kue Tiong Ciu Pia atau kue bulan. Mereka melakukan persembahan sebelum mengirab Dewa Bumi.

Comments Closed

Comments are closed.