Laporan Keuangan

Author - September 23, 2010

Laporan Keuangan. Evaluasi terhadap laporan keuangan dilakukan untuk mendapatkan second opinion atas kondisi perusahaan. MS. Hidayat mengatakan, hal ini penting mengingat pemerintah hendak melakukan review terhadap posisi Indonesia saat ini dalam kepemilikan atas Inalum. “Itu akan jadi salah satu modal kita dalam menghadapi Jepang,” katanya.

MS. Hidayat Menteri Perindustrian mengatakan,  pemerintah sedang melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). “Kami meminta auditor keuangan publik Ernst and Young untuk mengevaluasi laporan keuangan tersebut,” katanya di Jakarta, Selasa malam (22/9).

Lebih lanjut ia menjelaskan suplai aluminium oleh Inalum saat ini hanya memenuhi 22 persen kebutuhan aluminium nasional. Pemerintah berniat meningkatkan kapasitas produksi Inalum tersebut agar sumbangannya terhadap kebutuhan nasional lebih besar. Namun penambahan kapasitas ini tidak akan diserap oleh industri.

Kepemilikan Inalum yang baru diharapkan memicu pertumbuhan industri di sektor hilir. “Kita akan membuat downstriming atau hilirisasi industri dan kita akan minta mereka (Inalum) memperbaiki smelter yang ada di sana,” papar Hidayat. Masyarakat kabupaten setempat yang akan diminta untuk mengisi investasi di sektor tersebut.

Menurut Hidayat pemerintah kabupaten setempat sudah meminta agar bisa berinvestasi di sektor industri hilir yang akan dikembangkan setelah kepemilikan Inalum ditetapkan. Ketika ditanya apakah Jepang mensyaratkan Inalum tetap mengekspor aluminium untuk Jepang setelah pergantian kepemilikan, Hidayat mengelak dengan mengatakan produksi Inalum akan ditingkatkan untuk kepentingan industri hilir.

Peluang Indonesia memang cukup kuat untuk mengambil alih Inalum, baik secara hukum maupun secara finansial, tapi yang namanya juga perundingan setelah 30 tahun bekerjasama. Harus ada proses dan prosedur serta etika ketika berunding untuk menunjukkan bahwa tujuan kita memang untuk memaksimalkan peranan dan kepentingan Indonesa, Hidayat menambahkan.

Perundingan terkait kepemilikan Inalum akan digelar kembali akhir Oktober nanti. Salah satu opsi yang diharapkan bisa dicapai melalui perundingan tersebut adalah pemerintah menjadi pemilik saham mayoritas di Inalum, dengan tetap memberikan porsi kepemilikan bagi Jepang atau pemerintah menguasai sepenuhnya kepemilikan saham atas Inalum.

Soal  porsi saham yang diharapkan bisa dikuasai oleh pemerintah, Hidayat mengatakan masih dikaji dengan memperhitungkan hasil evaluasi laporan keuangan Inalum yang sedang dikerjakan oleh Ernst and Young. Jepang sendiri  sudah mengajukan usulan mereka terkait kepemilikan Inalum. Usulan dari masing-masing negara akan dibahas pada perundingan nanti.

Lihat informasi bisnis lainnya di www.pengusaha.co

Comments Closed

0 responses to “Laporan Keuangan”

  1. ku mencari mengenai laporan keuangn jepan tlog kalau ada tlog kasih tau