Manager PLN Cabang Rantauprapat Dibunuh

Author - August 30, 2010

Manager PLN Cabang Rantauprapat Dibunuh. Korban ditemukan sudah bersimbah darah di ruang tengah rumahnya, diduga dibunuh keponakannya sendiri, Eptario Hamonangan Gultom alias Muhammad Aminjariah Rizki alias Rio (29). Korban ditemukan 10 jam setelah dibunuh, karena istrinya berada di Palembang. Kristo diketahui sudah tidak bernyawa, setelah istrinya berulangkali menghubungi via telepon. Karena tidak diangkat, sang istri menghubungi  securiti PLN bernama Rukimin (30) dan memintanya untuk melihat keadaan korban.

Didampingi  ajudan sekaligus supir pribadi korban bernama Lazuardi Marbun (38), Rukimin menuju Perumahan Ganda Asri. Saat masuk ke dalam rumah yang tidak terkunci, keduanya  terkejut melihat korban tergeletak bersimbah darah  dan sudah tidak bernyawa lagi. Malam itu juga Rukimin dan Lazuardi melaporkan temuan itu ke Polres Labuhanbatu. Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan lidik di TKP.

Kepada polisi,  Rukimin mengaku sempat melihat korban  kedatangan tamu seorang pemuda dari Aek Kanopan yang juga bermarga Gultom.  Dari pembicaraan keduanya, korban dan tamunya  seperti ada ikatan persaudaraan. Mendapat informasi penting itu, polisi langsung melakukan pengejaran ke Aek Kanopan, Kualuh Hulu, Labuhanbatu Utara (Labura). Polisi juga  mengumpul informasi penting lainnya, termasuk informasi orang-orang yang dekat dengan  tersangka.

Berdasarkan informasi, tersangka memiliki seorang pacar bernama Fitri Harahap yang tinggal Aek Kanopan. Tidak mau kehilangan buruannya, saat itu juga polisi  menjambangi kediaman Fitri. Dari keterangan Fitri, polisi mendapat informasi  tempat mangkal tersangka dan teman-temannya. Di sebuah gubuk yang terletak di Dusun Sentiara, Desa Damuli Pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Labura, tersangka berhasil diringkus  berikut barang bukti hasil kejahatan yang dirampasnya secara paksa dari tangan korban.

Kronologis Kejadian
Tersangka yang diketahui bernama Eptario Hamonangan Gultom alias Rio (29) digelandang  ke Mapolres Labuhanbatu guna diselidiki. Selain itu, Minggu (29/8), polisi  melakukan olah TKP yang melibatkan beberapa orang saksi, seperti securiti PLN, sopir korban, termasuk tersangka untuk memperagakan kejadian pembunuhan tersebut.

Tersangka mengaku, pembunuhan itu didasari ketersinggungan dengan perkataan korban. Siang kemarin, tersangka mendatangi korban di rumahnya dengan maksud meminjam uang Rp 10 juta untuk biaya nikah dengan pacarnya sekaligus membuka usaha.

Setelah melalui perbincangan yang cukup lama dan tersangka terus mendesak  agar uang yang diinginkan segera diberikan, namun korban hanya menyanggupi memberikan uang  Rp 1,5 juta, sambil berkata, “Ini uang untukmu. Sisanya minta saja sama orang tuamu,” ucap tersangka menirukan perkataan korban.

Setelah menyerahkan uang itu, korban langsung bersiap-siap hendak meninggalkan rumah sambil menggendong sebuah tas  berisi  buku, 4 unit handphone dan uang kontan Rp 2.650.000. Tersangka yang tersinggung dengan perkataan korban, langsung berang dan emosi. Kemudian memukul kepala bagian belakang korban menggunakan batu gilingan yang tergeletak di lantai.

Mendapat perlakuan seperti itu, korban mencoba melawan dengan cara mengibaskan tangan kanannya ke arah belakang dengan maksud memukul korban. Karena mendapat perlawanan, tersangka mengayunkan batu yang masih dalam genggamannya ke kepala korban, sambil meraih tali tas yang melingkar di leher dan badan korban. Dengan sekuat tenaga, tali tas itu dililitkan ke leher  dan ditarik hingga korban tidak dapat menjerit dan langsung tersungkur ke lantai.

Masih belum puas, tersangka mengambil  gunting yang terletak di atas kulkas dan langsung dihujamkan ke leher dan dada korban.  Selanjutnya, kepala  korban  dibenturkan ke dinding  hingga korban tewas.

Usai menghabisi korban, tersangka mengepel ceceran darah  di lantai dan menyeret mayat korban ke sudut ruang makan. Sementara tas berisi uang dibawa kabur berikut mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi BK-1605-YK milik korban ke arah Buluh Cina, Kecamatan Bilah Hulu. Di lokasi itu, tersangka membuang baju yang penuh  bercak darah berikut gunting yang digunakan untuk membunuh korban, ke sungai.

Untuk menghilangkan jejak, tersangka  meninggalkan mobil Toyota Kijang Innova tersebut disebuah SPBU. Kapolres Labuhanbatu AKBP Roberts Kennedy didampingi Kasat Reskrim AKP HM Taufik dan Kanit Jatanras Aiptu TR Sitompul, saat dikonfirmasi, Minggu (29/8) mengatakan, tersangka sudah diringkus. Selain membekuk tersangka dan menyita barang bukti hasil kejahatan berupa satu unit Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi BK-1605-YK, 4 handphone dan uang kontan 2.650.000, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap dua rekannya,  yakni  Oky Guci (21) warga Aek Matio Rantauprapat dan Yoky (17) warga Jalan Urip Sumodiharjo Rantauprapat. Keduanya mengaku kenal dengan tersangka ketika mereka sedang berada di Aek Kanopan.

Jenazah korban Kristo Gultom selanjutnya dibawa ke RSU Pringadi Medan untuk diotopsi dan akan di kebumikan di Pelembang.

Comments Closed

0 responses to “Manager PLN Cabang Rantauprapat Dibunuh”

  1. Nicholas Simatupang says:

    Saya sebagai keponakan,menginginkan agar tersangka dihukum mati sebagai balasan yang is lakukan kepada amangboru saya. Seharusnya natal tahun ini kami masih berkumpul dengan amangboru saya. Gara-gara dia, kami menjadi kehilangan salah satu anggota keluarga kami.