Penanganan Banjir. Pemerintah mulai tahun depan mengucurkan mulai mengucurkan dana untuk normalisasi Sungai Citarum. Tahap awal penanganan banjir di wilayah cekungan Bandung dianggarkan sekitar Rp 120 miliar. Anggarannya berasal dari pemerintah pusat (APBN) karena pengelolaan Citarum merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementrian Pekerjaan Umum (PU).

“Insya Allah pemerintah sudah memasukkan anggaran untuk normalisasi Citarum pada tahun anggaran 2011. Sebenarnya dana untuk penanganan banjir di wilayah Bandung dan sekitarnya secara holistik mencapai Rp 3,5 triliun. Namun karena keterbatasan keuangan, tahun depan pemerintah baru memapu sekitar Rp 120 miliar,” ujar Heryawan di ruang kerjanya, Jln. Diponegoro Bandung, Rabu (22/9).

Anggaran Rp 3,5 triliun tersebut, katanya, untuk menangani banjir secara fisik dan nonfisik. Di antara pembangunan fisik, melakukan normalisasi Citarum, sedangkan nonfisiknya konservasi alam, seperti penghijauan dari hulu hingga hilir.

“Menurut saya, jika masih terjadi sedimentasi, meski sungainya sudah dikeruk, banjir pasti terjadi. Makanya, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama pemerintah melakukan langkah pencegahan terhadap banjir mulai dari hulu hingga hilir. Termasuk mengajak mereka menanam dan memelihara pohon. Langkah ini menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dalam menangani banjir,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemprov juga akan melakukan upaya lain seperti membangun selter air dan selter pengungsi. Selter air adalah tempat untuk menampung air ketika banjir dan tempat itu bisa dijadikan sarana lain jika tidak musim banjir. Misalnya dijadikan sarana olaharaga dan lahar parkir.

“Pembangunan selter juga menjadi pertimbangan kami untuk mengatasi banjir. Selter air ini sudah dilakukan di sejumlah negara yang langgaran banjir, seperti Jepang,” kata Heryawan.