Rapbn 2011

Author - August 16, 2010

Rapbn 2011. Pelaku pasar menyambut dingin asumsi makro Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono siang ini karena beberapa indikator dinilai tidak realistis.

Kepala riset PT Mega Capital Indonesia Danny Eugene mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang dipatok Rp9.300 masih terlalu tinggi mengingat pemerintah masih akan menerbitkan surat berharga negara (SBN) sebagai salah satu instrumen pendapatan negara.

“Nilai tukar rupiah Rp9.300 masih terlalu tinggi. Saya melihat adanya potensi naiknya posisi investment grade kita tahun depan dan semestinya rupiah kita bisa dibawah itu,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Menurut dia pasar keuangan dalam negeri baik dari sisi ekuitas maupun fixed income masih akan terus kebanjiran ‘hot money’ baik dari investor dalam negeri maupun luar negeri.

Kebijakan pemerintah yang membuka peluang memperoleh dana segar dari penjualan SBN diproyeksikan masih berpeluang diminati investor asing yang mengakibatkan peluang permintaan rupiah mengalami peningkatan.

“Penawaran SBN otomatis meningkatkan permintaan rupiah, dengan peningkatan itu saya justru melihat rupiah kita bisa di kisaran Rp8.500-Rp8.700 tahun depan,” tuturnya.

Dalam RAPBN 2011, Presiden menyampaikan sejumlah pokok-pokok pendapatan dan belanja negara diantaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3%, laju inflasi 5,3% dan suku bunga Bank Indonesia tetap di level 6,5%. Selain itu, Presiden menyampaikan proyeksi nilai tukar rupiah terhadap dollar sebesar Rp9.300 per dolar AS.

Comments Closed

Comments are closed.