Takbiran 2010

Author - September 7, 2010

Takbiran 2010. Untuk menghindari kemacetan dan kecelakaan, Polda Metro Jaya melarang warga melakukan arak-arakan pada malam takbiran di jalan protokol dan arteri. Tindakan tegas berupa penilangan akan dilakukan pada pengendara yang melanggar ketentuan ini.
Takbiran 2010
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Condro Kirono mengungkapkan, toleransi tidak akan diberikan bagi pengendara yang melakukan arak-arakan di jalan saat malam takbiran.

“Siapapun pengendara yang mengganggu kenyamanan, ketertiban dan keamanan di jalan akan ditindak langsung dengan melakukan penilangan,” katanya saat dihubungi, Selasa 7 September 2010.

Tidak hanya itu, Polda Metro Jaya akan mememberikan tindakan hukum bagi warga yang tidak mengenakan perlengkapan kendaraan, seperti helm.

Hal senada juga diungkapkan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Ia menegas Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya sedang menyusun suatu rencana operasi untuk mengamankan malam takbiran dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah.

Langkah tersebut sebagai upaya untuk menjaga keamanan ibukota selama perayaan hari Lebaran. “Sebaiknya warga merayakan takbir di kecamatan masing-masing. Dan kami telah imbau itu sejak awal,” ujar Foke.

Bukan bagi warga Jakarta saja, kebijakan ini juga berlaku bagi warga daerah mitra lainnya. Untuk itu secara khusus, Pemprov DKI sudah meminta Polda Metro Jaya untuk menertibkan warga dari luar Jakarta yang akan berpawai keliling pada malam takbiran.

Bahkan Polda Metro Jaya diimbau agar menginformasikan larangan tersebut ke polres baik yang berada di kawasan Jakarta, maupun di daerah mitra lainnya.

Sebab perayaan takbiran bukan hanya dilakukan warga Jakarta namun juga kerap warga daerah lainnya. Di antaranya warga yang datang dari Tangerang dan Bekasi.

Larangan  ini diterapkan karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pawai takbiran menggunakan kendaraan bermotor keliling Kota Jakarta hanya menyebabkan penumpukan kendaraan di suatu wilayah hingga menimbulkan kemacetan.

Tujuan lainya, untuk meminimalisir angka kecelakaan yang sering terjadi karena pengemudi kendaraan bertindak ugal-ugalan. Sehingga mengganggu keamanan dan kenyamanan warga lain yang menggunakan jalan raya umum.

Comments Closed

Comments are closed.