Paralimpiade London 2012

Author - May 22, 2012

Tuan rumah Olimpiade 2012, London, menyatakan diri siap menjadi kota yang ramah terhadap penyandang cacat, khususnya dalam menghadapi event Paralimpiade. Hal ini terungkap dalam pidato Duta Besar (Dubes) Kerajaan Inggris untuk Indonesia, Mark Canning, dalam acara “100 Hari Menjelang Paralympic London 2012”, yang digelar Kedutaan Besar Inggris di Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta, Senin (21/5).

Enam atlet akan mewakili Indonesia dalam pesta olahraga atlet difabel dunia atau Paralimpiade di London, Inggris, yang akan diadakan pada 29 Agustus-9 September 2012. Keenam atlet itu adalah Marthin Losu, Suyono, dan Setyo Budi Hartanto (atletik), Agus Ngaiman (renang), I Nengah Widiasih (angkat berat) dan David Jakobs (tenis meja).

Duta Besar Inggris Mark Canning menyampaikan optimismenya untuk kontingen Indonesia.

“Asean Para Olympics di Solo November tahun lalu adalah contoh betapa pesatnya gerakan olahraga difabel. Saya tahu Indonesia berada di peringkat kedua dengan 113 medali emas, 106 perak dan 89 perunggu dan saya berharap Indonesia akan mencetak prestasi yang sama cemerlangnya di London,” katanya.

Inggris mencatat sejarah baru sebagai satu-satunya negara yang mengadakan Olimpiade dan Paralimpiade secara bersamaan.

“Sebagai penggagas olah raga bagi atlet difabel pada 1948, Inggris memiliki reputasi internasional yang diakui sebagai pendukung hak-hak penyandang cacat dan meningkatkan kesadaran akan olah raga difabel,” kata Canning.

Canning di kesempatan itu juga menyampaikan dukungannya kepada para atlet Indonesia yang akan berlaga di Paralimpiade mendatang. “Kami mendoakan Anda semoga sukses. Pulanglah dengan membawa beberapa medali. Jika tidak berhasil, jangan khawatir, karena Paralimpiade adalah tentang mengambil bagian dan menunjukkan apa yang bisa dicapai oleh penyandang cacat,” tutupnya.

Comments Closed

Comments are closed.